Jumlah penjual dan pengrajin genting, yang ada di sekitar rumah saya cukup banyak, sehingga untuk menentukan kualitasnya memang agak sulit.

Sebenarnya untuk wilayah Malang sendiri, jumlah pengrajin gentingnya juga cukup banyak. Tetapi, memang perlu diakui juga, bahwa kualitas genting produksi lokal orang Malang sendiri, masih kalah dengan genting yang berasal dari luar daerah. Karena setahu saya bahwa genting yang berasal dari Trenggalek dan Tulungagung jumlahnya sangat banyak.

Bahkan, setahu saya harga genting yang berasal dari luar daerah tersebut harganya juga lebih mahal, tetapi ternyata genting dari luar tersebut juga lebih laris jika dibandingkan dengan genting lokal Malang sendiri. Tetapi dalam artikel ini saya tidak akan membahas genting yang berasal dari Malang, dan akan lebih banyak membahas tentang genting yang berasal dari Trenggalek dan Tulungagung.

Sebelumnya saya telah melakukan perjalanan di sekitar Malang, Trenggalek, dan Tulungagung. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan contoh genting dari toko dan tempat produksi genting. Tujuannya adalah untuk memetakan kualitas dari genting-genting tersebut. Tetapi untuk jenis dan model genting yang saya survei hanya terbatas pada genting Karangpilang, tetapi yang oleh orang di tempat saya disebut dengan model Nglayur.

Hasil dari pengujian tersebut, ternyata genting yang berasal dari daerah Trenggalek rata-rata memiliki kualitas yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan genting yang berasal dari daerah Tulungagung dan Malang. Dalam uji coba tersebut saya hanya menggunakan sample yang berhasil saya kumpulkan saja, dan tidak dilakukan secara menyeluruh ke kedua daerah tersebut. Tetapi bagi saya hasil pengujian tersebut, tetap dapat digunakan sebagai tolok ukur.

Jadi, metode pengujiannya saya memberikan satu tutup botol air mineral pada permukaan genting, setelah itu saya akan menghitung waktunya sampai air yang ada di atas permukaan genting tersebut habis meresap, maka genting yang berasal dari Tulungagung rata-rata waktu untuk air yang ada di permukaannya habis, dibutuhkan waktu kurang dari 10 menit, bahkan ada genting yang hanya 3 menit saja, sebelum air di atas permukaannya habis.

Sedangkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk genting yang berasal dari Trenggalek untuk meresapkan air yang ada di permukaannya, rata-rata dibutuhkan waktu di atas 20 menit. Bahkan, untuk rekor yang paling lama yang saya dapatkan adalah 45 menit. Tetapi secara keseluruhan rata-rata genting dari Trenggalek membutuhkan waktu 20 – 30 menit untuk meresapkan airnya.

Memang banyak faktor mengapa genting yang berasal dari Trenggalek ini, sampai bisa memiliki kualitas yang lebih baik dari pada yang berasal dari Tulungagung. Tetapi faktor-faktor tersebut akan saya tuliskan pada artikel berikutnya.

Sumber

Perbedaan Kualitas Genting dari Trenggalek dan Tulungagung