Demi mewujudkan Kabupaten Trenggalek yang maju, adil, sejahtera, berkepribadian, berlandaskan iman dan taqwa, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mencoba melakukan penyempurnaan RPJMD. Subtansi perubahan ini untuk penyesuaian OPD pelaksana program, serta perubahan penjabaran visi misi ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang penyusunan indikatornya telah melalui proses FGD yang melibatkan seluruh OPD. Sekaligus menindak lanjuti hasil review SAKIP oleh Kemenpan RB, Pemprov Jatim maupun rekomendasi BPK terkait BUMD.

Sebelum melakukan perubahan RPJMD ini, Selasa (10/10) Pemkab Trenggalek melakukan konsultasi publik terkait dengan subtansi rencana perubahan RPJMD ini. Konsultasi Publik tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, yang melakukan pemaparan sekaligus memandu jalannya diskusi mengenai hal ini di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Hadir dalam konsultasi publik ini selain Eksekutif, hadir pula anggota DPRD Trenggalek, OPD, organisasi wanita, organisasi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun NGO. Pelaksanaan konsultasi publik ini berjalan berjalan sangat menarik, apalagi terdapat forum diskusi yang dipimpin langsung oleh Bupati.

Banyak kritikan, saran, pujian dan masukan atas kinerja Pemerintah Daerah. Kritik saran dan masukan ini kemudian didiskusikan bersama sehingga RPJMD yang akan dilakukan perubahan ini diharapkan bisa lebih sempurna.

Disampaikan oleh Emil Dardak, “kita saat ini sedang melakukan konsultasi publik terkait dengan perubahan RPJMD dengan melakukan kajia – kajian secara mendalam. Namun demikian kita juga melakukan koordinasi dengan Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait dengan dan juga Pemprov Jatim untuk menyempurnakan RPJMD kita dalam rangka memperbaiki sistem akuntabilitas kinerja A SAKIP itu tadi,” ungkapnya.

“Karena dengan tipologi indikator, program yang lebih sesuai degan sistem itu maka kita bisa melakukan akuntabilitas kinerja yang lebih baik. Itulah yang kita harapkan, makanya kita tadi mencoba melakukan penyesuaian,“ imbuhnya.

“sebagaimana kita melihat tadi masyarakat yang hadir juga menyadari bahwa kita memang harus menelaah lagi dalam kaitan dengan kondisi ekonomi global maupun nasional. Dimana beberapa asumsi kita terkait dengan pembangunan yang dilakukan oleh pusat ternyata kita harus lebih realistis sehingga itu akan mempengaruhi prioritas.”

“Namun demikian, tadi juga ada harapan jangan sampai karena himpitan ekonomi, pembinaan karakter terlewatkan, jangan sampai terlalu dianak tirikan. Inilahi makanya tadi kita akan mendorong dimana pemberdayaan desa dan masyarakat untuk menggali partisipasi.”

“Utamanya program-program seperti Adipura Desa, untuk mendorong kebersihan kebersihan Desa. Akan tetapi kita lebih banyak mendorong adanya insentif. Anggarannya bukan nol, ada anggarannya untuk pembinaan program dan untuk insentif. Itu mungkin bisa mencapai lebih besar dari pada harus dibelanjakan melalui APBD murni,” tandas Emil Dardak

Sumber

Pemkab Trenggalek Adakan Konsultasi Publik Perubahan RPJMD